BPJS DAN ASURANSI SWASTA BAGAIKAN ANGKUTAN UMUM DAN MOBIL PRIBADI

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman mengirim Whatsapp. Ia menanyakan bagaimana pengaruh BPJS terhadap bisnis asuransi swasta. Apakah dengan adanya BPJS lantas menurunkan permintaan terhadap asuransi kesehatan swasta?

Jika dianalogikan, BPJS itu seperti angkutan umum sedangkan asuransi swasta seperti mobil pribadi. Angkutan umum memang harus ada di negeri ini untuk memenuhi mobilitas masyarakat. Naik angkutan umum memang sangat sangat sangat jauh lebih murah daripada naik mobil pribadi. Tapi penjualan mobil pribadi setiap tahun selalu ada dari Sabang sampai Merauke. Mengapa?

Untuk dapat memiliki mobil pribadi padahal tidak murah. Harus isi bensin sendiri, harus ganti oli secara berkala, harus bayar perpanjangan STNK, harus perawatan mesin, harus bayar parkir per jam bahkan bayar asuransi mobil per tahun. Sedangkan naik angkutan umum kan tidak perlu pusing dengan semua biaya-biaya tersebut. Alasannya sederhana : nyaman! Ya, banyak orang rela keluar uang lebih banyak untuk membeli mobil pribadi karena mereka menginginkan kenyamanan.

Jadi kalau ada orang yang bilang premi asuransi swasta itu lebih mahal dibandingkan BPJS, maka orang itu benar. Tidak akan saya bantah. Lah ya jelas lebih mahal, kan mau nyaman kan ya? Badan cenat-cenut bisa langsung masuk kamar rawat inap selama kamar RS masih ada yang kosong. Tenaga perawat cenderung lebih ramah karena dibayar sesuai tarif. Obatnya boleh mengkonsumsi hasil dari penelitian-penelitian yang terbaru. Sedang berada di luar domisili bahkan di luar negeri pun bisa berobat. Plus kalau punya agent yang profesional, urusan klaim pasti akan dibantu semaksimal mungkin.

Kalau ada orang yang biasa naik mobil pribadi tapi ogah keluar duit lebih untuk punya asuransi swasta ya tidak apa-apa. Tapi sebagai pengguna angkutan umum sejati, saya sih tahu benar resikonya. Mulai dari harus menunggu kedatangan si angkutan umum yang tidak terprediksi berapa lamanya, kemudian begitu datang belum tentu saya dapat tempat duduk, berdiri pun belum tentu saya bisa bernafas dengan lega karena kanan kiri sesak dengan penumpang lain yang berjejal dan parahnya penumpang bisa tiba-tiba diturunkan di tengah jalan atau ditransfer ke angkutan lain.

Ya secara keseluruhan bisa dikatakan bahwa BPJS tidak mengurangi pertumbuhan bisnis asuransi swasta. Dengan adanya BPJS justru membuat banyak orang lebih melek soal asuransi. Program BPJS harus tetap ada bagi kebaikan banyak rakyat kecil dan orang-orang yang kebetulan tidak memenuhi syarat kesehatan untuk menjadi nasabah asuransi swasta.
Jika saat ini kemampuan budget belum sanggup untuk memiliki asuransi swasta, bekerjalah dengan lebih giat demi meningkatkan kemakmuran diri sendiri dan keluarga.

Namun jika kebetulan ada orang-orang yang bisa nongkrong ratusan ribu Rupiah di cafe, ratusan ribu Rupiah di salon, jutaan Rupiah di mall, dsb, tapi untuk urusan asuransi kesehatan merasa cukup dengan premi yang puluhan ribu Rupiah saja maka semoga dapat tersadar bahwa kenyamanan di saat tubuh sedang sakit akan jauh lebih diharapkan daripada di saat masih sehat.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *